Ekonomi Indonesia 2026 Tetap Tumbuh di Tengah Gejolak Global

Swan.my.id - Jakarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyebut ekonomi Indonesia 2026 masih mampu tumbuh di tengah ketidakpastian dan gejolak global yang tinggi.
Filianingsih menyampaikan kondisi tersebut setelah menghadiri pertemuan G20 di Amerika Serikat. Menurutnya, tantangan ekonomi dunia menjadi perhatian berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski menghadapi tekanan eksternal, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,29% pada kuartal II-2026. Angka itu melanjutkan pertumbuhan kuartal I-2026 yang mencapai 5,6%.
Ekonomi Indonesia 2026 Diproyeksikan Tetap Tumbuh
Dalam Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (5/9/2026), Filianingsih mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional masih cukup kuat. Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2026 tumbuh dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%.
“Di tengah tantangan ya, kita tahu saat ini dunia tidak baik-baik saja ya. Ada tantangan gejolak global yang masih tinggi,” ujar Filianingsih.
Selain pertumbuhan yang terjaga, inflasi Indonesia juga masih berada dalam sasaran Bank Indonesia. Target tersebut berada di angka 2,5% dengan deviasi kurang lebih 1%.
Inflasi Masih dalam Sasaran Bank Indonesia
Filianingsih menilai pengendalian inflasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menyebut inflasi tetap berada dalam rentang target yang telah ditetapkan Bank Indonesia.
“Dan inflasi pun itu juga terkendali dalam rentang target Bank Indonesia, 2,5% plus minus 1%,” katanya.
Ke depan, Bank Indonesia tetap memperkirakan perekonomian Indonesia meningkat. Namun, proyeksi tersebut tetap menghadapi risiko dari perkembangan ekonomi global yang sulit diprediksi.
Gejolak Global Makin Sulit Diprediksi
Filianingsih mengatakan pertemuan G20 menyoroti tingginya gejolak ekonomi dunia. Ia juga menyebut perang di Timur Tengah masih membayangi perekonomian global.
Menurutnya, kondisi dunia kini bukan hanya menghadapi ketidakpastian atau uncertainty. Situasi tersebut telah memasuki fase unpredictability, yaitu keadaan yang semakin sulit diperkirakan arahnya.
Ia menggambarkan situasi itu melalui analogi bajaj di Jakarta. Kendaraan tersebut bisa berjalan lurus atau tiba-tiba berbelok, sementara arah akhirnya sulit diketahui.
“Kalau dulu dikatakan bahwa ada ketidakpastian, uncertainty, itu masih mending, masih bisa diperkirakan. Tetapi saat ini bukan cuma uncertainty, tetapi unpredictability,” jelasnya.